=======
=== ===

::Pencarian Cepat::

Memuat...

Minggu, 13 Februari 2011

A Journey to the West

Jangan membayangkan postingan saya kali ini akan bercerita tentang perjalanan panjang manusia kera yang yang mencari kitab suci ke barat bersama guru dan 2 orang sahabatnya. Hihi.. kalo yang itu sih semua juga tau Sun Go Kong kisah si Kera Sakti yang mencari kitab suci bersama gurunya Tong Sam Cong (semoga ga salah nulis :D).

Perjalanan ke barat yang ingin saya ceritakan kali ini bukan perjalanannya Sun Go Kong kok,, tapi ingin menceritakan perjalanan saya sendiri di weekend ini (alhamdulillah akhirnya sempet nulis blog lagi :D,, -dan yang penting isi kepala ini ga keburu menguap sebelum tuntas ditumpahkan ke blog-). Perjalanan kali ini bisa dibilang perjalanan mendadak dan cukup bikin jadwal weekend saya kocar-kacir..

Sabtu pagi tanggal 12 Februari kemarin jadwal rutin saya tiap minggu yaitu refreshing,, lumayanlah 3 jam main bulu tangkis bareng temen2 yang bertujuan membakar lemak2 menggumpal di tubuh,, hihi. Dan beres badminton, harusnya tanggal 12 itu saya ada bimbingan ketemu dosen di kampus untuk ngurusin TA saya yang sempet molor 1 semester :(. Tapi berhubung ternyata ada kabar mengejutkan dari adek saya di Jakarta akhirnya saya harus meluncur kesana dan meninggalkan beberapa jadwal hari sabtu ini. Setidaknya saya harus fair selama ini sering main kerumahnya ga hanya untuk senang-senang saat dia bahagia,, tapi juga saat adekku ini kena musibah setidaknya kita juga ada disana untuk menghiburnya. Yup adek saya,, Sivia Azizah namanya,, adek yg beda bapak juga beda ibu *lho?. Seorang anak multitalented yang sejak 2008 lalu udah saya anggap sebagai adik sendiri,, entah dia nganggap saya kakak atau bukan, haha.. panjang lah ceritanya. Mungkin sudah pernah diceritakan lewat postingan blog sebelumnya ataupun di blog lama saya tentang anak bernama Sivia ini.

Singkat cerita adek saya yang sedang syuting acara anak-anak terbaru, Dummy Galileo, di MNC tv (dulu TPI) ini sedang melakukan simulasi percobaan ilmu pengetahuan. Nah katanya sih akibat kelalaian pihak properti-nya ternyata ada bahan kimia yang digunakan entah kelebihan dosis atau gimana tiba-tiba tertiup angin dan terjadilah kecelakaan hingga akhirnya ada semacam ledakan yang membakar anak-anak dalam acara itu. Dua anak jadi korban,, salah satunya adekku ini. Gimana ga panik,, anak 13 taun kena kecelakaan ledakan saat syuting! Sehari setelah dapat kabar ini dari salah satu keluarganya Sivia, saya bersama temen-temen yang juga "kakaknya" Sivia dari Bandung meluncur ke rumah sakit dimana dia dirawat. Instalasi Luka Bakar Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP),, wow tempat yang belum pernah saya kunjungi, gimana cara berangkat kesananya ya? saya cuma tau kalo RS ini banyak jadi 'tempat tinggal' sementaranya orang-orang ngetop negeri ini yang sedang sakit.

Berbekal nekat,, google map,, dan website travel Jakarta-Bandung kita cari jalur paling 'efisien', haha bagaimanapun tetep harus ada perhitungan. Akhirnya kita putuskan berangkat ke Jakarta Sabtu siang dengan travel X-Trans jurusan Cihampelas - Blok M dan tarif mahasiswa Rp.60.000 ;) lumayanlah. Dan dari Blok M menuju RSPP Pertamina jalan Kyai Maja ternyata tinggal naik Metro 69, tapi temen saya pilih naik BAJAJ, kendaraan langka yang belum pernah kita rasakan,, haha. Dan butuh tawar menawar cukup alot ternyata untuk bisa duduk di kendaraan roda tiga ini,, jarak yang cuma 1,5 km menurut mbah google map ini dihargai Rp.15.000 sama supirnya, tapi tawar menawar membuat tarifnya turun lebih dari setengahnya Rp. 7.000,, haha canggih juga, entah realistis ga nih tarif 7 ribu dari blok M menuju RSPP, yang penting bisa nyampe deh.

Setibanya di RSPP, dengan sangat menyesal ternyata kita lupa untuk beli "Souvenir"! Buah tangan untuk adek kita yang sakit yang sedianya mau dicari di pasar Blok M, ternyata terlupakan saking antusiasnya tadi liat kendaraan langka warna Oranye. Untungnya setelah janjian bertemu 'kakak' Sivia lainnya di RSPP yang berdomisili di Jakarta dia mengantar kita ke salah satu toko Buah di kawasan itu, akhirnya... kita datang tidak dengan tangan hampa. Hihi... padahal beli karangan buah di tempat yang sama dimana dia dirawat. Ga apa2 ya dek ;).

Nggak berapa lama, diantar teman yang sudah lebih dulu menengok, kita pun sampai di Instalasi Luka Bakar. Sedih... itulah yang pertamakali saya rasakan waktu lihat adek saya di perban hampir sekujur tubuhnya,, baju tidur dan selimut ga mampu menutupi tangan, kaki, dan mukanya yang harus diobati. Luka bakar 30% di level 2,, duuh,, miris ngelihatnya. Dari luar ruang steril,, kita cuma bisa lihat kondisinya dibalik kaca. Mirip seperti nengokin bayi yang baru lahir. Untungnya ada kotak telepon menempel dibalik kaca yang bisa menyambungkan penjenguk dengan pasien. Sempet bicara dan coba menghibur dia,, lucu banget melihat kondisi adekku yang masih selalu optimis dan bisa tertawa diajak ngobrol,, walaupun luka dan perban di sekitar mukanya sedikit membuatnya gak leluasa berbicara. Dia sempet bilang "Lihat muka aku di perban kan? itu sebenernya luka bakarnya ga sebanyak itu,, cuma di dagu dan sedikit di tempat lain. Perawat yang ngasi perbannya aja kebanyakan", dengan keluarga aslinya bahkan dia pernah bilang, kurang lebih.. "Kalo begini nanti muka aku ga cantik lagi,, kulitku ga mulus lagi". Ahaha... denger cerita itu bikin saya ketawa,, dasar adekku yang satu ini emang selalu nggemesin. Walaupun dalam kondisi sakit begini dia tetep bisa bikin suasana ceria,, kita yang nengokinnya pun seneng karena dia masih bisa bercanda, dan terlihat tegar menerima.

Tadinya jadwal saya nengokin Sivia ini gak ingin lama-lama,, karena saya sendiri harus sudah ada di Bandung Sabtu petang berhubung ada acara keluarga. Melihat dia yang ceria,, ditambah silaturahmi sesama Siviaholic (julukan kami,, komunitas adik-teman-kakak sivia di dunia maya) yang sama-sama menjenguk bikin saya betah,, akhirnya memutuskan untuk pulang dengan memesan travel keberangkatan terakhir menuju Bandung dari Blok M jam 19.30 WIB. Rame juga disana,, ketemu beberapa temen-temen dia yang sama-sama artis cilik (sayang ga sempet foto bareng,, Haha), ketemu juga dengan banyak anak-anak fans-nya adekku ini yang jauh2 janjian datang dari seputaran Jabodetabek untuk bisa sekedar nengokin idolanya yang jebolan ajang pencarian bakat menyanyi anak di rcti ini.

Ada kejadian lucu,, waktu itu ada rombongan 4 orang anak yang datang menjenguk,, awalnya saya ajak ngobrol mereka. Sekedar 'wawancara' tentang kenekatan mereka jauh-jauh nengokin idolanya ini. Ga berapa lama,, setelah shalat maghrib,, tiba-tiba mereka langsung memvonis saya, "KAKAK INI ARTIS KAN, AYO NGAKU!"
Hoalah! saya yang sama sekali ga pernah berkecimpung di dunia itu ya bingung dituduh beginian. Kirain anak-anak ini cuma bercanda. Salah satunya bahkan maksa saya,, katanya pernah main di sinetron kemilau-kemilau apa pula itulah di rcti,, bukan pemeran utamanya,, tapi pernah liat wajah saya. Begitu mereka bilang. Hihi,, saya cuma bisa nyengir. Anehnya mereka malah minta foto bareng. Duh! dasar anak jaman sekarang,, yaudah saya bawa aja berfoto deket ruang jenazah,, dan mereka mau pula. Hayyah!

Hingga 19.30 ternyata adekku ini masih betah lama-lama ngobrol dari balik kaca dengan 'Kakaknya' yang satu kota dengan saya. Berhubung kita berangkat bareng,, jadi tentunya pulang pun harus bareng, maka saya pun nungguin adekku Sivia sampe puas ngobrol dan harus rela ketinggalan travel yang sudah dipesan :(. Hihi.. makin malem aja akhirnya jadwal pulangku tertunda. Kami pun akhirnya baru bisa pamit pukul delapan malam. Dari blok-M ternyata travel menuju Bandung sudah habis,, saya pun harus meluncur dengan Kopaja 66 untuk menuju Kartika Chandra, another XTrans travel pool dengan ongkos Rp. 2.000. Dari kartika Chandra,, ternyata kita dapet jadwal keberangkatan pukul 21.45,, artinya perlu perjalanan 2-3 jam menuju Bandung. Dan HP saya ternyata sudah kehabisan baterai sejak di RSPP. Jadi akhirnya saya nyampe di Bandung entah jam berapa,, nyampe rumah saya cuci muka cuci kaki,, sekalian sholat Isya yang sempat tertunda...
dan tertidur lelap... zZZ...

Jadi kenapa postingan kali ini judulnya Journey to the west? Sebetulnya saya sendiri bingung kenapa tadi menulis judulnya begitu. Yah simpelnya sih,, dari lokasi peta tempat tinggal saya di kawasan bandung timur untuk menuju jakarta kita harus menarik garis lurus ke arah barat,, jadilah perjalanan saya nengokin Sivia ini menuju arah barat, and it's a journey to the west :D. Hoho

Cepet Sembuh Sivia...


gambar: koleksi pribadi, facebook, google map


5 komentar:

  1. aku juga SH, pengin ketemu sivia, gokil banget kayaknya,kakak ada no Sivia kan? sms in, salam ya kaka, hehehe...tengs kakak...semoga jadi sodara ya...

    BalasHapus
  2. @yang diatas...
    hey! seneng banget blogku bisa dikunjungi sesama anak SH juga. salam kenal teman! namamu siapa? darimana?
    yup.. selalu seru kalo ketemu Via. Dia selalu apaa danya... nggak seperti kebanyakan anak seusianya yang ingin tampil lebih dewasa. hihi. seru deh! kapan2 main bareng aja ke rumah via. Alhamdulillah dia udah pulang kerumah... cuma setau sy blm skul lagi. soalnya blm boleh kena debu... tp luka bakarnya perlahan mulai hilang :)

    BalasHapus
  3. gokil sumpah..
    aku udah cemas sama sivia. eh malah jadi ketawa22 gara22 ada yang ngira kamu artis wkwk

    BalasHapus
  4. wakakak,, jadi ketawa juga saya baca tulisan ini.
    salam kenal sona,, thx 4 coming :D

    BalasHapus
  5. emang kakak siapanya sivia?kakaknya?

    BalasHapus

::jangan cuma numpang baca::
Kasi komentar juga ya! ;)
*thx

::statistik::

Entri Populer

Tas Lucu Unik Murah

Pengikut

 
========== ==========