=FB=LAMA===== ==HAPUS= ===

::Pencarian Cepat::

Kamis, 11 Oktober 2018

SEJATINYA, SEPAKBOLA ADALAH HIBURAN!

Ini merupakan tulisan yang saya buat sehari setelah kemenangan bersejarah Persib atas Persija 23 September 2018 lalu. Pengennya terbit di media bobotoh ternama, tapi ga lulus sensor kali yah :D. Intinya, Semoga kalian setuju dgn pesan yg saya maksud. Check this out!


:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
SEPAKBOLA HARUSNYA ADALAH HIBURAN!

Puas! puas sekali Minggu ini, 23 September 2018. loncat-loncat jingkrak-jingkrak (tapi gapake guling-guling) saya gembira luar biasa menyambut kemenangan Persib Bandung 3-2 atas Persija Jakarta. Gol ketiga Persib dari kepala Bojan Malisic benar-benar menjadi puncak kenikmatan tiada tara... Betul-betul klimaks yang menyenangkan menutup pertandingan pada menit 90 +3 dengan kemenangan yang nyaris gagal diraih.

Bagaimana tidak, kemenangan persib adalah hal mahal yang dirindukan sejak 5 tahun lalu. Dua puluh menit pertama kedua tim malah seperti bermain silat di lapangan sepakbola sehingga tidak berasa bermain sepakbola pro. Maklum mungkin karena ini laga klasik yang tidak hanya menegangkan buat bobotoh anu lalajo, tapi juga buat para pemain di lapangan. Sehingga tensi tinggi itu terkonversi menjadi energi berlebih yang terbalut emosi. Skor 2-2 hingga menit ke-90 tentu hampir mengecewakan kami bobotoh yg rindu menambah jumlah keperkasaan persib atas persija.

Tidak butuh waktu lama, jempol sayapun refleks meng-update status: "enak tidur, nikmat makan, semangat kerja, semua karena persib!"

Still here, Gomez!
Ya, begitulah sejatinya manfaat sepakbola untuk rakyat kecil seperti kami. ialah hiburan bagi kami! ialah pelipur duka lara dikala melanda. Karena persib, seringkali sakit kepala saya sembuh seketika. Karena persib, sejenak saya lupakan hutang piutang. Karena persib, kadang (kadang loh) saya lupa anak istri. Itu semua terjadi kalau persib menang. Tapi taukah aranjeun apa yg terjadi jika sebaliknya yg terjadi? tiba-tiba saja kepala jadi senut-senut, gak nyenyak tidur, males buka sosmed, males baca berita persib, males diajak ngomong apapun, asa hayang sare tapi teu bisa. ceuk pamajikan saya mah nu kieu teh siga kalakuan awewe keur PMS (Pre Menstruasy Syndrome). wkwkwk sy baru nyadar.. ternyata bobotoh pria jg bisa merasakan PMS. hanya karena persib eleh :'). so sad!

Yup mungkin itulah akibat dari fanatisme. tapi saya kira fanatis itu perlu, dan jangan pula ditiadakan samasekali. Jangan dibenci mentah-mentah. Entah itu fanatik terhadap klub sepakbola, terhadap agama, terhadap bangsa. Fanatis adalah bukti kecintaan seseorang atas apa yang dimilikinya. Yang tidak boleh adalah fanatik sempit, istilah ini sy temui di buku PMP (Pendidikan Moral Pancasila) kala di bangku SMA dulu. Fanatik sempit itu terjadi karena kecintaan diluar batas orang waras, yang karena  cintanya akan sesuatu malah jd benci sekali kepada sesuatu yg berlawanan, dengan kecintaannya dia akan sangat membenci lawan sehingga menganggap halal apa yang haram, ia lupa norma, ia lupa hukum, lupa diri siga jelema belegug weh kalakuanana. misal, karena cintanya pada sang istri lalu seorang suami mengajak gelut tukang sayur langganan, hanya karena tiap hari ketemu istrinya. cik atuh mikir, nu kitu2 wae meni kudu jd ribut. tah... fanatik sempit inilah yang seharusnya dilarang berdiri sejengkal pun di negeri ini. cinta sih cinta, tp sing wajar wae lur.

Punten, seperti pada slogan "Persib Atao Mati". Mangga saja buat mereka yg suka dgn slogan itu. Tapi saya pribadi nggak pernah bercita-cita mati hanya karena persib. Misal, gara2 cinta saya pada persib, lalu saya sekonyong2 datang ke markas persija utk nonton bigmatch persija-persib. padahal aparat keamanan dgn berbagai pertimbangan sudah melarang pendukung persib utk nonton langsung ke lapangan. Mati konyol itu namanya. Masih lebih terhormat org yg mati membela bangsanya, pejuang kemerdekaan, atau mereka di palestina yg syahid membela agama dan tanah airnya. secinta-cintanya saya pada persib, rasanya normal kalau saya msh lebih cinta pada keluarga, agama dan bangsa. heheu

Kembali ke euphoria malam tadi, sekejap nafas saya tiba2 berhenti ketika membaca broadcast grup WA. Bahwasanya diberitakan ada korban jiwa, pemuda asal Cengkareng, Jakarta Barat yg dilaporkan dikeroyok massa di parkiran GBLA.

Kontan berita ini mengusik sukacita saya merayakan kemenangan persib. Kabar ini mengganjal hati yg sedang gembira. bukankah sepakbola harusnya hanya sekedar hiburan??? bukankah sejatinya sepakbola memberi bahagia? kadang kalah kadang menang, kadang senang kadang sedih, tapi itu semua memang bagian dari dinamika. seperti menonton film, harus ada naik turun alurnya supaya klimaksnya dapat. bahagia tidak seharusnya membawa korban jiwa. kebahagiaan yang kita dapat sama sekali tidak boleh menyakiti orang lain. Maka akhirnya kemenangan semalam ternodai oleh kelakuan brutal sejumlah (kalau masih boleh dibilang) manusia kalap penganut fanatisme sempit!

RIP untuk saudaraku Haringga Sirla. Dukacita mendalam atas nyawa yang hilang hanya karena rivalitas. Semoga engkau tenang disana. Saya kira biarlah hanya Rangga Cipta Nugraha yang pertama dan terakhir menjadi pelajaran bagi kita, untuk menjaga rivalitas hanya dlm olahraga di lapangan, bukan untuk dibawa2 ke medan tempur. Tapi hingga Ricko Andrean wafat, bobotoh korban salah sasaran 2017 lalu, rupanya kita tidak juga sama-sama belajar. mengapa harus bertambah lagi? sudahlah hentikan...

Biar hiburan ini dinikmati semua. Beda kesukaan tak seharusnya bertumbal nyawa. kesukaan cuma duniawi, ada lebih banyak urusan kehidupan yg harus kita semua selesaikan didepan sana, bahkan sebetulnya jauh dari semua keduniaan, urusan akhirat itu lebih penting lur, bagaimana setiap tingkah laku kita kelak harus bisa dipertanggungjwabkan didepan sang pencipta.

Mari usir lenyap berantas habis kesombongan dan fanatik sempit dari tanah sunda, dari bumi Indonesia tercinta!!!


=========================================
~written by *cupZ* from bdg with love...~
=fb=komen=

Rabu, 10 Oktober 2018

Kekalahan menyesakkan: Persib vs Madura United


 Stadion Batakan, 9 Oktober 2018

Persib Bandung kembali melanjutkan pertarungan di Liga 1 Gojek 2018, kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Ini adalah partai pertama Persib setelah sebelumnya liga sempat dihentikan dan Persib mendapat banyak hukuman dari sang pengambil keputusan.

Perjuangan mempertahankan pucuk klasemen menjadi perjuangan yang sangat berat bagi tim asuhan Mario Gomez ini. Bagaimana tidak, 10 pemain dari keseluruhan skuadnya tidak bisa membela tim dengan berbagai alasan, mulai dari panggilan tugas negara di Tim Nasional, akumulasi kartu, sampai hukuman larangan bertanding disebabkan tragedi yang terjadi pada pertandingan sebelumnya.

Hukuman yang aneh sebetulnya. Pelaku kriminal sudah dicyduk polisi, suporter sudah dihukum keras sekali hingga setengah musim depan, panitia pelaksana pun dikenai sanksi keras, klub harus terusir mencari kandang diluar pulau, bahkan official dan pemain di lapangan yang tak ada sangkut-paut dengan kejadian tragedi berdarah diluar lapangan tak luput dari hukuman yang mengerikan. Bukankah semua pemain yang bermain kasar sudah dihukum dengan kartu oleh wasit di lapangan, baik kuning maupun merah, setiap kartu yg keluar pun sesuai regulasi liga sudah ada nilai dendanya masing-masing. Lantas kenapa masih ada hukuman larangan bertanding, sampai 5 kali pula! Ini niat menghukum dengan efek jera atau memang mau mengganjal prestasi Persib yang sedang dipuncak klasemen? Sebegitu brutalkah mereka di lapangan sehingga hukuman kartu dirasa blm cukup?

Oke kalau memang ini dirasa harus dilakukan untuk keadilan. Lalu apakabarnya kebrutalan-kebrutalan masa lalu yang juga menelan korban? apa sudah menjawab keadilan bagi para korban? adakah pihak-pihak terlibat diberi hukuman sekeras ini? jika memang harus begini, semoga hukuman ini bukan hanya untuk persib, tapi harus adil untuk semua kelakuan salah yang juga dilakukan pihak lain.

Kembali ke pertandingan Persib vs Madura United malam ini, dengan segala keterbatasan amunisi dan stadion yang sunyi senyap tanpa kehadiran suporter akhirnya Persib harus menyerah kalah pada pertandingan kandang usiran ini, 1-2 menjadi hasil akhir yang menyedihkan. Buat saya pribadi khususnya, ga tau bagaimana perasaan bobotoh yang lain. Yang jelas tiba-tiba saja sesak didada, saya kehilangan mood, ga enak makan, gabisa tidur, ga mau diajak bicara dan semua kekesalan menggumpal dihati.

so sad!

Perasaan sendu ini pernah saya gambarkan dlm sebuah tulisan yang gagal tayang di situs komunitas bobotoh ternama, mungkin ga lolos sensor :D :D. heheheu... daripada dibuang sayang biar saya copas saja disini deh.

Ini merupakan tulisan yang saya buat sehari setelah kemenangan bersejarah Persib atas Persija 23 September 2018 lalu. Semoga kalian setuju dgn pesan yg saya maksud. Check this out!


=========================================
SEPAKBOLA HARUSNYA ADALAH HIBURAN!


Puas! puas sekali Minggu ini, 23 September 2018. loncat-loncat jingkrak-jingkrak (tapi gapake guling-guling) saya gembira luar biasa menyambut kemenangan Persib Bandung 3-2 atas Persija Jakarta. Gol ketiga Persib dari kepala Bojan Malisic benar2 menjadi puncak kenikmatan tiada tara... Betul2 klimaks yang menyenangkan menutup pertandingan pada menit 90 +3 dengan kemenangan yang nyaris gagal diraih.

contniue reading....




:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
~written by *cupZ* from bdg with love...~ =fb=komen=

Selasa, 02 Oktober 2018

Daftar Sanksi PSSI atas Kasus Haringga Sirla

Buntut Pengeroyokan Suporter pada 23 September 2018 lalu di pertandingan Liga 1 Antara Persib vs Persija akhirnya menunjukkan titik terang!

Senang tapi sedih.

Senang lantaran penghentian liga satu yang kemarin tanpa batas waktu akhirnya segera diberi kejelasan: Lima Oktober liga 1 kembali bergulir.

Sedih karena Persib kena sanksi banyak, mulai dari klub, pemain, ofisial, panpel, bobotoh semua kena. Pengennya sih terima,, tapi apa ga bisa ditawar gitu ya, tega bener sanksinya. Semoga saja bisa memenuhi prinsip keadilan. Tapi dgn kepastian ini setidaknya ada kejelasan liga berlanjut. Persib masih harus terus berjuang mempertahankan posisi puncak klasemen. Semoga semua mau belajar, dan mampu memperbaiki diri...

persib maung bandung


Berikut daftar 14 sanksi yang saya kutip dari Liputan 6:
1. Persib Bandung- Nama kompetisi: Liga 1 2018- Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta- Tanggal kejadian: 23 September 2018- Jenis pelanggaran: melakukan intimidasi kepada ofisial Persija pada saat MCM, melakukan sweeping, pengeroyokan dan pemukulan terhadap suporter Persija hingga tewas- Hukuman: Sanksi pertandingan home diluar Pulau Jawa (Kalimantan) tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018 dan pertandingan home tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019.
2. Suporter Persib Bandung- Nama kompetisi: Liga 1 2018- Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta- Tanggal kejadian: 23 September 2018- Jenis pelanggaran: melakukan intimidasi terhadap tim Persija pada saat MCM dan melakukan sweeping, pengeroyokan dan pemukulan terhadap suporter Persija hingga tewas- Hukuman: Sanksi penonton dan atau suporter berupa larangan untuk menyaksikan pertandingan Persib Bandung pada saat home maupun away serta pertandingan Liga 1 lainnya sejak putusan ini ditetapkan sampai pada setengah musim kompetisi 2019.
3. Panitia pelaksana pertandingan Persib Bandung- Nama kompetisi: Liga 1 2018- Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta- Tanggal kejadian: 23 September 2018- Jenis pelanggaran: suporter Persib melakukan intimidasi terhadap tim Persija pada saat MCM dan melakukan. Sweeping, pengeroyokan dan pemukulan terhadap suporter Persija hingga tewas. Panpel gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap suporter yang datang menonton.- Hukuman: Sanksi trhadap 1. ketua panitia pelaksana pertandingan & security officer berupa larangan ikut serta dalam kepanitiaan pertandingan Persib Bandung selama 2 (dua) tahun.2. Panpel Persib Bandung didenda sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah)3. Panpel Persib Bandung wajib memerangi dan melarang rasisme dan tulisan provokasi serta slogan yang menghina pada spanduk, poster, baju dan atribut lainnya dengan cara apapun

4. Seluruh tersangka pengeroyokan Haringga Sirla- Nama kompetisi: Liga 1 2018- Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta- Tanggal kejadian: 23 September 2018- Jenis pelanggaran: melakukan provokasi hingga pengeroyokan disertai pemukulan terhadap supporter Persija Jakarta hingga tewas- Hukuman: Sanksi semua tersangka pengeroyokan Haringga Sirila dihukum larangan menonton sepakbola di wilayan Republik Indonesia seumur hidup.
5. Pemain Persib Bandung, Jonatan Jesus Bauman- Nama kompetisi: Liga 1 2018- Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta- Tanggal kejadian: 23 September 2018- Jenis pelanggaran: Menyikut pemain lawan- Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 2 (dua) pertandingan
6. Pemain Persib Bandung, Ezechiel Ndouasel- Nama kompetisi: Liga 1 2018- Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta- Tanggal kejadian: 23 September 2018- Jenis pelanggaran: Menyikut dan dengan sengaja mendorong kepala pemain lawan- Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 5 (lima) pertandingan

7. Pemain Persib Bandung, Ardi Idrus- Nama kompetisi: Liga 1 2018- Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta- Tanggal kejadian: 23 September 2018- Jenis pelanggaran: Terlibat keributan dengan pemain lawan- Hukuman: Teguran keras
8. Pemain Persib Bandung, Bojan Malisic- Nama kompetisi: Liga 1 2018- Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta- Tanggal kejadian: 23 September 2018- Jenis pelanggaran: Menendang pemain lawan- Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 4 (empat) pertandingan
9. Ofisial Persib Bandung, Fernando Soler- Nama kompetisi: Liga 1 2018- Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta- Tanggal kejadian: 23 September 2018- Jenis pelanggaran: Mengintimidasi wasit dengan kata-kata ‘Kalau Persib tidak menang, maka kalian tidak bisa keluar dari stadion’- Hukuman: Sanksi larangan memasuki stadion hingga musim kompetisi 2018 berakhir.

10. Pemain Persija Jakarta, Riko Simanjuntak- Nama kompetisi: Liga 1 2018- Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta- Tanggal kejadian: 23 September 2018- Jenis pelanggaran: Terlibat keributan dengan pemain lawan- Hukuman: Teguran keras
11. Pemain Persija Jakarta, Sandi Darma Sute- Nama kompetisi: Liga 1 2018- Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta- Tanggal kejadian: 23 September 2018- Jenis pelanggaran: Dengan sengaja menjatuhkan pemain lawan- Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 3 (tiga) pertandingan
12. Pemain Persija Jakarta, Ismed Sofyan- Nama kompetisi: Liga 1 2018- Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta- Tanggal kejadian: 23 September 2018- Jenis pelanggaran: Menendang kaki pemain lawan- Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 3 (tiga) pertandingan
14. Pemain Persija Jakarta, Renan Da Silva- Nama kompetisi: Liga 1 2018- Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta- Tanggal kejadian: 23 September 2018- Jenis pelanggaran: Menyikut pemain lawan- Hukuman: Sanksi larangan bermain sebanyak 2 (dua) pertandingan

Kok nomer 13 ga ada ya? haha dari sononya begitu :D

=========================================
~written by *cupZ* from bdg with love...~ =fb=komen=

Jumat, 21 September 2018

Sekuntum Mawar Merah

Ini bukan lagu dangdut
cuma nyanyian hati yang berdenyut

malam ini saya sepi sendiri
tapi sebetulnya ada yang menemani

ialah dia si kembang cantik
warna merah dan putih namun tak berputik

apa sebab ia disini?
sepekan sudah di meja ini
memang sudah tak segar lagi
tapi selalu buatku berseri-seri

ya, dia memang untukku
yang hadir untuk menemaniku
pemberian cantik dari mantanku

adalah sebuah momen yg jd penyebabnya
yang karenanya kudapat sekuntum bunga

siapa bilang bunga cuma untuk wanita
mawar merah ini juga bikin pria bahagia
inilah aku buktinya
si pria bahagia yg sedang berbunga-bunga

terima kasih duhai mantanku
gebetan masa lalu yg kini jd istriku
karena bunga ini buatku rindu kamu

sekuntum mawar mungkin bisa dimakan waktu
tapi cintaku padamu tak akan pernah layu...

#eaaa
#edisikesepiandirumah


========================================= ~written by *cupZ* from bdg with love...~ =fb=komen=

Senin, 23 April 2018

Sakit Dada ke Punggung Hingga Susah Bernafas part 2 (April 2018)

Atas sakit saya kemarin (baca: postingan saya part 1), diawali dgn diagnosa awal dokter kantor yg bilang sy kena mag akut bahkan bisa jadi kearah GERD. hingga kemudian sy demam tinggi dan didiagnosa gejala tipes  dr hasil lab, baik oleh dokter klinik maupun dokter UGD RS terkenal. Saya masih suka berfikir.. jangan2 selama ini sy dianggap kena gejala tipes padahal yg bermasalah adalah gas asam lambung saya.. krna keluhkan utama saya sebetulnya adalah sakit dada kiri di ulu hati, sering menjalar sakit ke belakang punggung, susah bernafas. hingga muncul batuk jika memaksa ambil nafas panjang. dan batuk ini hanya terjadi di malam hari saat tidur.

dia yg menemani sakitku.. huhu
Kondisi ini akan jauh lebih enak jika saya duduk tegak, posisi kaki bersila, sambil biasanya dibantu istri dengan jurus cintanya (heheu) memanaskan bagian dada dan punggung yg sakit dgn balsem panas, ditambah minum air panas. Jika sendawa sudah sering keluar barulah bisa lanjut tidur kembali.

April 2018 ini punggung saya sering berasa lagi. kali ini bukan di sebelah kiri. nyeri awalnya sering berasa di perut sebelah kanan hingga menjalar ke punggung belakang, tdk lagi sakit di ulu hati. lagi2 sering bangun malam, suatu malam sakitnya lebih parah, lebih susah bernafas. cuma bisa tarik nafas pendek-pendek. dalam panik saya berusaha tenang.. sambil mencari balsem panas geliga yg sudah lama ga saya pakai. Inget cara lama saya juga minum air panas. nafas sdh lebih enak tp sendawa ga mau keluar. setelah balsem ketemu saya balur perut dan punggung saya semua, biar panas sekalian. tp kok ya sendawanya ga mudah keluar seperti sakit saya tahun lalu. cm keluar sedikit tp ga plong. akhirnya karena badan msh ga enak, cm bisa tertidur sambil duduk berharap keluar angin dan sandawa supaya lebih lega.

Kembali sy searching googling kali ini katakutan saya malah muncul krna baca artikel2 ttg penyakit jantung. oh tidak! semoga bukan ini penyakit saya. opsi lainnya tetap byk artikel ttg angin duduk yg mirip dgn apa yg saya rasakan. tp inget dokter bilang ga ada istilah angin duduk dlm kedokteran. hmm... berarti mungkin memang penyakit mag. tp kok ya klo cuma mag serem amat ya baca pengalaman org2. mungkin mag akut kali ya, atau GERD. sy jg byk baca artikel GERD. Persis yg saya rasa, berarti kmrn sy bukan gejala tipes, dokter salah ngasi obat sampe BB saya merosot tajam.

Angin duduk? Jantung? atau GERD?

Saya ga mau berat badan turun lagi. malam berikutnya msh suka terbangun dgn perut kanan nyeri menjalar ke punggung belakang. klo sdh begitu ya itu lagi, balsem geliga plus air panas sebisa mungkin hrs keluar sendawa, kadang ditemani buang angin panjang yg bikin lega. kali ini saya beranikan diri mau ga mau hrs datang ke dokter spesialis. supaya jelas apa yg terjadi dgn lambung saya dan saya ingin sehat ga mau kambuh lagi.


yg ini lebih parah panasnya
Suatu pagi setelah subuh dimana sakit masih berasa saya datangi UGD sebuah RS terkenal (tempat yg sama dimana dulu sy ditolak rawat inap krna pake BPJS). saya ceritakan semua sakit yg terasa termasuk pengalaman tahun lalu. ga byk mendengar dan menjelaskan dokter UGD cm bilang itu dr mag dan asam lambung yg meningkat. suntik ya mas.... enjus.. enjuss.. enjusss... sejurus kemudian sakit saya hilang (terutama nyeri di perut) suruh istirahat setengah jam, dan saya disuruh pulang. kembali deh saya beraktifitas, ngantor dsb.


Ga puas dgn dokter IGD sy msh pengen ketemu dokter spesialis penyakit dalam, pengen curhat kisah penyakit saya dari awal, pengen diperhatikan dan didengarkan dgn baik (ciyee kyk sama pacar aja, heu). ga kyk dokter IGD yg buru-buru karena harus menangani pasien lain. Akhirnya saya jadwalkan pulang kantor ketemu dokter spesialis (di RS yg sama). nyampe sana sy ga diterima krna pasien nya sudah penuh. akhirnya minta dijadwalkan esok paginya.


Mendengar sy sakit, malam itu ibu saya memberikan 3 butir obat herbal dari sedikit stok yg dipunyai beliau dirumah. obat yg sama yg pernah dia beri taun lalu. Keesokan paginya saya kembali beraktifitas dan tiba-tiba diingatkan dgn SMS dari Rumah Sakit yg memberitahukan bahwa jika no antrian saya terlewat hrs kembali mendaftar ulang. Oh No! saya lupa klo pagi ini sdh daftar utk ketemu dokter Spesialis Penyakit Dalam. Tapi kok ya saya lupa? ternyata semalam saya bisa tidur cukup dan ga byk terbangun seperti malam-malam sebelumnya hingga lupa pdhal mau curhat ke dokter.


Karena ga mungkin dtg cepat pagi itu ke RS, saya pun daftar ulang utk ketemu dokter Sp.P.D. esok harinya. Tapi ternyata kondisi badan yg sdh jauh lebih enak bikin saya bingung, mau cerita apa nanti ke dokter, sakitnya sdg tdk terasa. dokter pun mau pegang2 pencet2 badan saya yg mana toh memang sdg tdk sakit. apa lebih baik sy ketemu dokter nanti lagi aja kalau terasa lagi. bingung juga sih, antara ingin segera tau apa yg kmrn terjadi dgn tubuh saya,  tp takut membuat dokter bingung. sama kyk kita minta obat flu ke dokter tp dlm keadaan ga pilek ga ada ingus ga ada bersin. lha dokter mau gmn menegaskan dia memberi obat flu klo ga ada tanda-tandanya. heheu

Jangan-jangan memang benar badan saya langsung enak begini gegara obat herbal pemberian ibu? entahlah, Wallahu A'lam. Obat herbal itu sebenarnya ga spesifik menyebutkan dapat menyembuhkan mag. Bahkan ibu saya menyimpan stok obat ini utk bapak yg punya asam urat. Awal muasalnya penjual obat ini berdagang ke sekolah tpt ibu saya mengajar, dari cuma coba-coba krn bahan alami ternyata cocok utk bapak saya yg suka kumat asam uratnya. Obatnya herbal dgn berbagai kandungan alami. berbentuk kapsul lunak, seingat saya dikemasannya tertulis isinya spirulina, madu, kunyit dsb. tidak spesifik menyebutkan untuk menyembuhkan sakit mag malahan, cuma bertuliskan minum 2 kapsul sekaligus utk penyembuhan sakit berat. dan minum 1 kapsul utk menjaga kesehatan. Kurang lebih itu yg saya ingat tulisannya.

Wallahu A'lam. lagi-lagi saya menulis ini bukan untuk jualan obat. heheu. cuma ingin berbagi pengalaman, siapa tau ada yg merasakan hal yg sama. supaya saya ga merasa sendiri punya penyakit aneh yg kadang bikin takut ini. barangkali yg lain punya pengalamman dan mau berbagi bagaimana bisa sehat? boleh di share disini


Satu hal yg saya yakini:  doa ibu yg menyertai ketika membagi sedikit stok obat herbal yg dia punya adalah jauh lebih ampuh dari obat kimia apapun di dunia ini. Doa Ibunda dan perkenan sang Maha Pencipta itu yg pasti, karena Ridho Allah tergantung pada Ridho Orangtua, terutama Ibumu.. ibumu.. ibumu :).


heheu.. Love u mom! =fb=komen=

Minggu, 22 April 2018

Sakit Dada ke Punggung Hingga Susah Bernafas part 1 (Okt 2017)


Sekira bulan oktober tahun lalu saya tiba-tiba saja sering terbangun tengah malam dgn keluhan rasa sakit menusuk di punggung belakang sebelah kiri. Jika sdh begitu saya akan terbangun mendadak dan mencari balsem utk memanaskan bagian yg sakit. Biasanya saya jg minum air hangat agak lebih panas sehingga tak lama keluar sendawa dan akhirnya bisa tidur lagi hingga pagi.

sakitnya tuh disini


Anehnya kejadian ini berulang dlm beberapa hari sehingga membuat saya ga nyaman tidur malam. kadang rasa sakitnya berasa di dada kiri dekat ulu hati hingga menjalar ke punggung belakang. Awalnya saya kira cuma masuk angin, sehingga cukup dikasih balsem geliga plus air panas. Hasil searching dan googling malah mengerikan bikin saya jd banyak baca artikel tentang angin duduk yg katanya tak sedikit menelan korban. ngeri.

Setelah konsul ke dokter kantor, malah diketawain, ga ada istilah angin duduk dlm kedokteran ktnya. ternyata saya didiagnosa mag akut atau bisa jadi kearah G.E.R.D. Weleh apa itu mag akut, apa itu GERD? sekedar penyakit mag yg byk iklannya di tv aja saya blm pernah merasakan. setidaknya blm pernah periksa ke dokter sebelumnya dan ga tau spti apa rasanya sakit mag itu. Dokter bilang mag dipicu oleh asam lambung yg meningkat, selain krna makanan seringkali juga terjadi pd org yg sedang stress dan byk beban pikiran. Waduh dok, saya bilang, saya bahagia-bahagia aja menjalani hidup ini. heheu.. keluarga sehat alhamdulillah ga ada yg bikin stress. pas dokter nanya kerjaan baru deh saya mikir, iya juga kali ya *tepokjidat*.

apa itu GERD?
Dari situ saya dikasi obat mag, diminum sebelum makan. ada vitamin juga krna ktnya saya agak lesu. beberapa minggu setelah itu ternyata kambuh lagi, kali ini badan sampe lemes, agak meriang dan saya gabisa kerja. walhasil dalam seminggu saya bolong2 kerjanya, krn ijin sakit.

Sebulan kemudian sekira November 2017 saya demam tinggi. dibawa ke dokter klinik dan periksa lab. hasil lab menunjukkan widal saya bermasalah dan positif gejala tipes. dikasih obat tipes, antibiotik dsb. bedrest lah saya dirumah. dari situ selain jd demam sebenernya yg dirasa masih sama ada sakit di dada kiri yg menjalar ke punggung. kali ini bikin susah tarik nafas, baru nafas sedikit udh sakit. skrg ditambah dgn batuk jika tarik nafas terlalu dalam.

ketika obat hampir habis, suatu hari demam saya meninggi hingga dibawa ke UGD tengah malem. karena ditanya bpjs, saya bilang punya bpjs, lumayan siapa tau bisa dirawat gratis (eh ga gratis denk, wong saya udh 11 taun bayar iuran bpjs sejak dulu namanya masih askes). lagi2 cek darah, hasilnya widal saya udh lbh baik dr hasil lab pertama. Saya yg minta dirawat inap saat itu karena demam, lemes banget dan bilang sm dokter IGD bahwa berat badan saya udh turun 6 kg cuma disambut nyengir sang dokter. Istirahat aja dirumah bentar lg jg sembuh. lagian utk pasien bpjs kondisi seperti ini ga bisa dirawat inap. gt katanya. Busyet, dikiranya saya ga bayar gt jd pasien bpjs! saya 11 taun bayar iuran loooh.... full sekeluarga. blm pernah dipake! giliran butuh susah dpt pelayanan nya -_-. payah...

Pulang dr IGD rumah sakit bergengsi tsb saya msh hrs bedrest 2 minggu hingga akhirnya maksain beraktifitas kembali. kembali ngantor bikin temen2 saya pangling, perut sy yg dulu agak buncit kini menghilang rata. semua nampak melihat saya dgn tatapan kasihan. begitu jg dgn saudara2 saya pas ada kumpul keluarga. heu ternyata BB saya merosot lebih dr 10kg. Seandainya dulu di rawat inap mgkn ga akan gini2 amat. tapi kan saya pake bpjs, tapi ah, yasudahlah.

Perlahan kondisi berangsur pulih dibantu obat cacing, kunyit, bawang tunggal dan berbagai obat herbal yg kt orang bisa cepet menyembuhkan. saya kembali beraktifitas walau byk org bilang sy msh keliatan pucat. entah dari obat yg mana yg paling berkhasiat akhirnya sy pun kembali beraktifitas lagi spt sebelumnya dan perlahan berat badan mulai normal walau tdk segemuk dulu. gpp deh itung2 diet. saya syukuri sakit kemarin sebagai introspeksi atas kesalahan-kesalahan yg saya tidak luput darinya.

tobe continued....
 part 2 (kumat lagi April 2018)

=fb=komen=

Selasa, 07 November 2017

Helmku Sayang Helmku Malang

Sepulang kerja kemarin, helmku jibrug* alias basah, sedikit kuyup. karena pas pulang memang hujan cukup besar.
Sampai dirumah saya gantung itu helm deket jemuran dengan harapan agar esok harinya agak kering atau minimal keangin-angin. heheu you know lah keangin-angin, yah dihiliwir-hiliwir begitu deh :D :D.
Dan ternyata tidak. sampai pagi datang dan tiba waktu berangkat kerja, helmnya masih basah. busa-busa pelindung kepalanya masih enggan melepas air turun mengucur dari dalam helm.
Dan kepaksa, akhirnya pakai helm kesayangan yang masih agak basah ini buat ke kantor lagi. Sebetulnya masih ada helm cadangan bergambar DoraƩmon. tapi kadung cinta dan nyaman dgn helm merah hitam ini, yasudahlah, dipake juga walalupun basah.
Sampai kantor saya langsung cari spot dimana biasanya mentari pagi menyorot sebuah tempat. Dan disitulah kupajang cantik-cantik helm basahku. Namun apa daya.. hingga sore menjelang.. dan hari makin gelap. Rupanya matahari masih enggan terlihat. Gerimis mengundang sepanjang hari ini. Dan sebentar lagi saya pulang kerja...
MASIH DENGAN HELM YANG BASAH
Heuheuheu..
Yasudahlah. ga perlu berkeluh kesah. daripada jadi resah. mau keluh atau kesah, helmku tetap basah. yah hahah
Maaf buat anda yg udah baca tulisan ini. memang tulisan ga bermakna, maklum, lagi2 cuma Intermezzo. heu :D
-sekian-
=fb=komen=

::statistik::

Entri Populer

Pengikut

 
========== ==========