=======
=== ===

::Pencarian Cepat::

Memuat...

Jumat, 10 Februari 2012

Filter Alami yang Terlupa

Pernah ngunyah makanan?
Pasti pernah donk!
Pernah nemuin benda asing saat mengunyah?
Kayaknya belum jadi manusia sempurna deh kalo kamu belum pernah dapetin benda asing saat mengunyah. hehehe

Pernah beberapa kali saat mengunyah makanan, saya mendapati benda-benda selain makanan yang ikut terkunyah. Tapi dia akhirnya terpisahkan dari makanan yang sesungguhnya. Kadang benda asing itu tersaring oleh kunyahan gigi geraham,, atau lain waktu benda asing itu ditemukan oleh si lidah tak bertulang. Ayo coba ingat-ingat lagi, benda asing apa saja yang pernah ditemukan oleh mekanisme FILTER ALAMIAH bernama MENGUNYAH yang dilakukan oleh kerjasama barisan gigi, rahang, lidah dan tenggorokanmu itu?

Saya sendiri pernah menemukan; jagung keras diantara tempe goreng, pecahan kulit telur, sehelai rambut si koki, duri ikan, potongan plastik kecil, kertas alasnya bakpau atau bolu kukus, bahkan batu kecil hitam yang akhirnya pecah tergigit, isi hekter alias stapler alias jegregan/ jepretan (semoga yg baca ngerti maksud benda ini :D) diantara keripik singkong, hingga potongan silet, kecoak, dan paku karatan segala.

Percaya atau tidak,, ternyata mekanisme mengunyah yang diberikan Tuhan adalah sebuah karunia indah yang harus kita syukuri. Betapa tidak,, apa jadinya kalau benda-benda itu akhirnya masuk ke pencernaan kita? Apa jadinya usus dan lambung kita jika kemasukan benda yang tak bisa dicerna,, atau bahkan benda tajam! Segala Puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam yang lewat ciptaan mekanisme mengunyahnya ternyata menjadi FILTER ALAMIAH, saringan pertama, pencegah manusia dari kemasukan benda2 asing kedalam sistem pencernaan dari yang bukan haknya. Dari ciptaannya yang seolah sederhana, berupa gigi, lidah, dan tulang rahang, padahal punya pernanan penting! Filter alami ini mampu mendeteksi benda asing, khususnya yang tidak bisa dicerna, dari keteledoran manusia menelannya.

Tuh kan,, untuk teman2 yang sedang dikarunia sehat, yuk kita bersyukur atas nikmat indah dari Tuhan yang satu ini. Coba bayangkan jika manusia diuji dengan rahang yang selalu terbuka sehingga sakit untuk menutup, atau sebaliknya, masa mau dikasi minyak gemuk atau oli di engsel rahang? atau lidah manusia yang tiba2 kaku bagaikan ada tulangnya,, atau barisan gigi yang paketruk saling beradu tak kompak saat mengunyah. Kalo begitu apa jadinya makanan yang masuk ke perut? hihihi. Dan ini hanyalah 1 dari sekian banyak nikmat Allah yang kadang kita lupa. Mudah2an jadi pengingat untuk diri saya sendiri, juga untuk yang ga sengaja baca tulisan ini :D. Masih banyak nikmat lain yang seolah kecil tapi lupa kita syukuri,, yuk jadikan Jumat yang merupakan rajanya hari ini sebagai waktu untuk kembali mensyukuri yang terlupakan!

Tulisan ini terinspirasi dari seonggok kue (mirip) getuk yang jadi teman kerja saya pagi ini. Yang ketika akan dimakan ternyata ada semutnya sembunyi diantara gula dan parutan kelapa. Apa jadinya kalo semut itu terkunyah ya? masuk ke perut, atau tersaring oleh Filter alamiah? :D


.:. Oya,, mau pengakuan dosa :P
Tiga benda terakhir di paragraf 3 cuma lebay-isasi yang di dramatisir semata kok. Bo'ongan dan ga serius. Na'udzubillah,, semoga benda itu
ga pernah masuk ke pencernaan saya :D.
Selamat beraktifitas kembali!

=========================================
~ditulis oleh *cupZ* disela-sela jam kerja,, pake pc milik negara,, from bdg with love...~


3 komentar:

  1. alhamdullah ya... emang kadang kadang hal hal kecil di atas lupa mensyukurinya (saya)...

    BalasHapus
  2. bongkar arsip blog lama, eh ada blog ini... salut masih eksis juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. oya rumah matahari ya. udah lama juga sy kaga mampir. hihi,, terimakasih. syam,, terus eksis juga n keep blogging :D

      Hapus

::jangan cuma numpang baca::
Kasi komentar juga ya! ;)
*thx

::statistik::

Entri Populer

Tas Lucu Unik Murah

Pengikut

 
========== ==========