=======
=== ===

::Pencarian Cepat::

Memuat...

Sabtu, 29 Oktober 2011

Kebun Singkong dan Jemuran Kehujanan

Postingan saya sore ini yang harusnya membahas tentang keripik maicih akhirnya harus diselang oleh sebuah postingan breaking news yang walaupun tidak punya urgensi tapi tetap saya ingin mempostingnya,, dikarenakan untuk menambah koleksi tulisan dalam tag INTERMEZZO.

Dan pasti anda-anda para pembaca sekalian, bingung memahami maksud paragraf pertama diatas sebagaimana juga saya mengalaminya. Yup,, ceritanya beberapa bulan yang lalu dengan segenap kerja keras, uang tabungan hasil gaji saya selama 4 tahun bekerja dengan bergaya hidup seadanya tanpa banyak berfoya-foya, ditambah dengan subsidi kasih sayang kedua orangtua, akhirnya saya berhasil mengumpulkan sejumlah uang yang cukup untuk sekedar menjadi DP (Down Payment/Panjer/Cicilan Awal -Red) untuk membeli RUMAH! Sebuah mimpi yang mungkin hanya akan terwujud bertahun-tahun kedepan seandainya profesi saya sekarang ini bukan jalan takdir sang Maha Pemberi Rizki. Segala syukur atas jalan kemudahan yang Allah berikan sehingga di tahun ini saya bisa memiliki sebuah rumah kecil sederhana (padahal sy sendiri blm menargetkan punya rumah dlm waktu dekat),, tapi itulah jalan Allah,, hal yang diluar dugaan manusia sekalipun ternyata bisa terjadi bagi Sang Maha Berkehendak.

Nah lho,, malah jadi curcol kalo saya baru aja punya rumah ^^! walaupun harus mencicil selama 15 tahun kedepan dan cicilannya membuat saya harus mengencangkan ikat pinggang :(,, tapi saya berharap rumah ini bisa jadi jalan untuk mencapai cita2 saya,, membangun keluarga sakinah yang sukses menuju akhirat kelak. Rumahnya udah,, tinggal cari pendampingnya, wanita solehah yang jadi penyejuk mata,, yang nemenin ngisi rumah,, yang sama-sama saling mendukung untuk mengarungi bahtera menuju sakinah. Dimana nyarinya ya? hayah,, jadi curcol lagi tentang kejombloan diri^^ (gubrak!).

Waduh-waduh,, sebetulnya bukan itu yg ingin saya ceritakan. To the point deh. Nah,, ceritanya di bulan-bulan awal saya nyicil rumah,, itu tanah belakang rumahnya kan kosong,, saya juga blm tau mau diapain. akhirnya si tanah kosong itu dibiarkan terlantar sampai ditumbuhi rumput liar dan semak belukar. Kejadian memalukan terjadi waktu rumah saya dikunjungi sanak famili,, lah kok ternyata banyak ulet bulu berlalu lalang di dinding,, di atap plafon,, dan sekitarnya. Seisi rumah pada geli. Termasuk saya (padahal cowo! :D). Sebagai tuan rumah saya jadi malu! Rumah baru kok banyak ulet bulunya. Keesokan harinya ternyata survey membuktikan bahwa sumber ulet bulu itu berasal dari taman kebon belakang rumah yang ga diurus dan ditumbuhi tanaman liar. tidak hanya tanaman liar dan ulet bulu,, bahkan juga jadi sarang laba-laba bermotif keren!

Demi menjaga nama baik,, akhirnya hari ini -3 bulan setelah tragedi ulet bulu- saya pangkas sendiri semua semak belukar dibelakang rumah,, tapi bo'ong. Ngebayanginnya aja saya ga sanggup,, apalagi kalo sampe ulet bulu itu menggerayangi tangan/kaki saya, Hiii.... nyerah! Akhirnya saya panggil tukang kebon. Orang yang memang ahlinya ngurus tanaman dan pertanahan. Semak belukar akhirnya sukses dipangkas habis! Atas saran Kang Kebon,, saya setuju tanah kosong dikit di belakang rumah ini ditanami singkong,, supaya menghasilkan,, begitu katanya. Akhirnya sore ini kerjaan menanam singkong telah sukses. Tanah belakang rumah saya kini sudah boleh saya sebut,, KEBON KINGKONG SINGKONG,, Yeaaah!


Belum selesai sampai disitu, saya yang seneng dengan kebon singkong yang insya Allah panen 7 bulan lagi ini tidak membiarkan momen kebun yang baru ditanami singkong ini berlalu begitu saja tanpa sesi pemotretan. Dengan asoy saya coba ambil gambar dari semua sudut. Sampai ga terasa menjelang maghrib hujan pun turun deras,, tapi saya masih asik memfoto kebun baru saya itu dari dalam rumah. Sampai pada sebuah angle disudut kebun dekat dengan filter air ternyata saya menemukan seonggok jemuran saya yang dari pagi belum diangkat!!! Sebuah handuk merah yang walaupun buduk tapi tetap kusuka. Itu handuk saya!! dengan gesit saya pun menerobos hujan dan mencoba menyelamatkannya. Parah pisan,, masa itu handuk dari tadi tergantung disana tapi pas hujan gede datang saya ga nyadar malah asik motoin kebon singkong, padahal handuknya juga kena foto. Ah,, akhirnya handuk itu sudah sukses basah kuyup! :(


Demikian akhir dari sebuah tulisan bergenre Intermezzo ni,, panjang lebar namun kurang bermakna. Mohon maaf jika kurang berkenan. Hihihi...

dan hujan pun masih berlangsung hingga kini, menjelang Isya.

=========================================
~written by *cupZ* from bdg with love...~


2 komentar:

  1. HEHEHE.. cukup menghibur bang..

    BalasHapus
  2. hehe,, makasih sudah capek-capek baca tulisanku,, :D :D

    BalasHapus

::jangan cuma numpang baca::
Kasi komentar juga ya! ;)
*thx

::statistik::

Entri Populer

Tas Lucu Unik Murah

Pengikut

 
========== ==========