=======
=== ===

::Pencarian Cepat::

Memuat...

Selasa, 25 Mei 2010

Antara Kematangan Demokrasi Demokrat dan Blunder Kampanye AM

Sebenernya lagi bosen ngomongin politik, terlebih kekecewaan saya akan hitmnya politik di Indonesi rasanya sedang berada di puncaknya. Tapi ada satu fenomena yang baru saja terjadi dalam proses demokrasi di Indonesia yang menarik bagi saya, pembelajaran politik yang menurutku patut diberkan apresiasi. Yaitu saat berjalannya Kongres II Partai Demokrt di Bandung Ahad (23 Mei 2010) kemarin.

Walaupun saya bukan simpatisan partainya Pak Presiden SBY itu, tapi nggak ada salahnya dong jika saya mengacungi jempol terhadap proses demokrasi dan pelaksanaan politik baik yang patut dicontoh. Yup, apalagi kalau bukan agenda besarnya Kongres II Demokrat: PEMILIHAN KETUA UMUM PERIODE 2010-2015. Sebuah perjalanan politik dan demokrasi internal partai yang harusnya jadi pelajaran buat partai lain. Kenapa? Lha wong yang sudah-sudah kan pemilihan ketua umum partai itu kan nggak jarang malah menciptakan keretakan intern, aroma kecurangan berbumbu money politic, politisasi media, kalau nggak jadi partai tandingan ya minimal perang dingin di tubuh partai,, parah-parahnya bisa jadi eksodus dari pendukung calon yang kalah.

Yah mungkin inilah potret politik yang menggelitik dari demokrasi di Indonesia yang belum bisa sepenuhnya memahami arti menang dan kalah. Belum bisa dewasa menyikapi kekalahan, masih menganggap menang itu adalah jabatan,, adalah pangkat,, adalah kedudukan tertinggi dalam persaingan. Padahal jauh dibalik itu demokrasi mengajarkan, menang adalah persatuan, bukan adalah pangkat, adalah jabatan, adalah kedudukan, atau adalah-adalah lainnya. Kemenangan bersama adalah ketika pihak yang kalah dan yang menang bisa bersatu. Ketika yang menang mampu merangkul yang kalah, bersatu, bersinergi memajukan organisasi, karena semua kandidat adalah orang-orang pilihan yang berpotensi. Ketika yang kalah pun tidak merasa sebagai pecundang yang kemudian perlu kabur menjauh atau maju mencaci pemenang. Bahkan yang kalah harus besar hati mengakui keunggulan yang menang, mengapresiasi, menghormati proses demokrasi yang dimenangkan suara tertinggi. Tidak lupa untuk mengingatkan jika yang menang lupa diri. Bukankah proses 'demokrasi kecil-kecilan' pemilihan ketua kelas ketika sekolah pun mengajarkan hal seperti itu? Yang jelas belum pernah kudengar ada calon ketua kelas yang kalah kemudian mengajak pendukungnya untuk eksodus dan membuat kelas baru :D.

Ada satu hal yang mungkin bagiku cukup mengganggu menjelang pelaksanaan Kongres II Partai Demokrat kemarin,, dan mungkin juga jadi salah satu faktor kalahnya Andi Malarangeng (AM) di bursa pemilihan Ketua Umum Demokrat itu. Padahal banyak orang tau tim sukses beliau paling kelihatan banyak duit. Adalah bejubelnya spanduk, bendera dan iklan AM dimana-mana yang jadi saksi. Di banyak penjuru kota bandung tiba-tiba terasa banyak nuansa biru, merah-putih, dan AM. Saya sebagai warga Bandung sangat merasakan itu. Lho, bukannya semakin banyak iklan harusnya makin banyak yang pilih? Yup! betul sekali,, iklan bisa meningkatkan popularitas. Tapi sayangnya iklan bang Andi sepertinya salah sasaran. Bang Andi melalui tim suksesnya gencar sekali memasang iklan seolah sedang menjadi calon presiden yang bakal dipilih langsung oleh rakyat. Iklan dipasang di berbagai sudut kota Bandung, hampir semua bertulis AM. Hanya sedikit titik yang bernada dukungan untuk Anas Urbaningrum ataupun Marzuki Alie. Iklan dibuat gaul dan sangat menganakmuda di sekitar kampus, "AM yes I am", "AM gitu lho!", "AM HOT!", dan banyak lagi, padahal lokasi kampus pun jauh dari lokasi kongres.

Memang menarik dan meningkatkan popularitas AM di tengah masyarakat, khususnya mahasiswa. Tapi sayang, mereka tidak punya hak suara dan tidak berpengaruh bagi perolehan suara AM, mereka bukan anggota kongres yang berhak memilih pada pemilihan ketua umum Partai Demokrat. Mungkin tim sukses terlalu gencar beriklan di kalangan masyarakat sehingga akhirnya lupa melakukan PDKT di internal kader partai sendiri di berbagai daerah, mereka yang sejatinya punya hak pilih.

Setidaknya proses demokrasi positif yang baru ditunjukkan Partai Demokrat dengan keakuran pihak yang menang dan yang kalah semoga jadi pelajaran politik yang baik buat semua. Semoga bisa menjadi contoh pada pemilu 2014 nanti supaya yang menang dan kalah tetap saling bersinergi mendukung keutuhan dan kemajuan Indonesia, entah itu berperan sebagai oposisi maupun partai koalisi. Terima kasih atas contoh baiknya Bang Andi Mallarangeng, Pak Anas Urbaningrum, dan Pak Marzuki Alie. Semoga Indonesia semakin maju,, Selamat atas terpilihnya Pak Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat 2010-2015!


5 komentar:

  1. It should match appropriate into your trunk.

    My blog post ... Skip Navigation

    BalasHapus
  2. If you're performing in-home individual coaching for the consumers, practically nothing beats a established of electricity blocks plus the foldable Journey Bench for portability and usefulness.

    Here is my web blog: http://www.getfitnstrong.com

    BalasHapus
  3. 1 is suggested to count the number of calories as it isn't possible to realize what they are going to be doing.

    My site - bowflex selecttech dumbbells

    BalasHapus
  4. Should you be looking for a compact bit of physical exercise products that could
    not get up quite a bit of area, the Horizon Evolve treadmill is actually a great selection.


    My web page ... Read Alot more

    BalasHapus
  5. For significant strength instruction, incorporating
    bulk and developing muscle mass mass, the SelectTech 1090s are the strategy to go.


    My site bowflex selecttech dumbbells

    BalasHapus

::jangan cuma numpang baca::
Kasi komentar juga ya! ;)
*thx

::statistik::

Entri Populer

Tas Lucu Unik Murah

Pengikut

 
========== ==========